Jumat, 25 Desember 2015

Belajar Berenang


Dua tahun yang lalu Aqila tidak bisa berenang. Kita orang tua sadar bahwa berenang itu ketrampilan yang berguna dalam hidup, jadi sang ayah berusaha mengajari anaknya berenang. Tidak berhasil. Aqila takut air. Bagaimana mau belajar berenang, memasukkan kepala ke dalam air saja tidak mau.

Ada satu hal lain yang menjadi pikiran kami orang tua. Penyakit asma Aqila juga selalu kumat saja. Bagaimana ini... tidak baik ya jika selalu tergantung dengan inhaler dan obat-obatan. 

Akhirnya bunda dan ayah membujuk Aqila untuk ikut kelas berenang, lagi. Ya...sekitar setahun sebelumnya Aqila pernah ikut kelas berenang, di kolam renang yang sama juga. Instruktur renang hasil rekomendasi teman, karena anknya juga belajar dengan instruktur ini. Sewaktu berbicara (lewat telepon) pak Instruktur berkata bahwa jumlah murid maksimal 10 satu batch dan ini ada kelas baru.  Karena itu, saya setuju memasukkan Aqila di kelas dia. 

Ternyata...indah kata daripada kenyataan. Kelas yang dimaksud penuh, lebih dari 12 anak. Pun mereka sudah bisa berenang. Perhatian individu sangat terbatas. No wondr para orang tua murid ikut berenang! Pada hari itu, Aqila yang belum tahu apa-apa, langsung diminta nyemplung ke kolam dalam. I was shocked! Okay...kalau begini caranya, ya kita mundur saja deh dari kelas ini. Tidak cocok lah dengan gaya mengajarnya.


So...topik ini tidak pernah dibicarakan lagi. Aqila makin tidak suka berenang. Jangan salah sangka, Aqila suka sekali main air di kolam renang tapi dia tidak mau berenang hahaha.

Akhirnya, sewaktu dia naik kelas tiga, dua tahun lalu, kita memutuskan bahwa ini sudah waktu yang tepat bagi dia untuk mulai belajar berenang. Saya cari info sana-sini dan internet, tilpon sana-sini juga. Akhirnya, saya pilih Aqua Skills dengan instruktur Samantha Ho. Mengapa saya pilih dia? Karena dia berkata bahwa belajar berenang itu penting untuk survival skills. Buat dia, anak-anak tidak perlu diburu-buru mengejar sertifikat lulus ujian berenang, yang terpenting adalah anak belajar berenang yang baik dan benar sampai akhirnya mahir berenang dan tahu teknik penyelamatan diri. 
Cocoklah dengan niat kami. Saya katakan ke Samantha bahwa Aqila juga ada penyakit asma, dan kami berharap dengan berenang secara teratur, asma dia akan pelan-pelan hilang. Senang sekali rasanya mendengar sambutan positif dari Samantha. Dia bersedia membantu Aqila menjadi lebih sehat. 



Proses awal berenang lambat tapi pasti. Samantha tidak pernah memaksa Aqila untuk memulai sesuatu yang dia belum siap. Sampai akhirnya Aqila berani memasukkan kepalanya ke dalam air! Dan mulai belajar mengambil napas ketika berenang! Wow! Ini kalau tidak salah terjadi pada bulan kedua setelah dia belajar berenang.

Setelah belajar dua tahun lebih...akhirnya Aqila cinta berenang. Alhamdulillah. Terimakasih Samantha, thank you for your endless support toward this boy. Dan...benar lho, Aqila sekarang lebih sehat dan asthmanya jarang kumat.

(Foto-foto di atas diambil ketika Aqila sedang ujian berenang Silver Award dari Swimsafer Programme. )

Tidak ada komentar: