Rabu, 17 September 2008

Anaphylaxis dan EpiPen



(Foto diambil dari sini)
Alergi makanan pada anak-anak cenderung berkurang dan membaik sejalan dengan bertambahnya usia mereka. Kecuali jika sang anak alergi terhadap: peanut, tree nut, fish dan shellfish.

Sayangnya, anak dengan multiple allergies, apalagi alergi terhadap kacang, telur, dan shellfish/fish serta allergy rhinitis (dustmites) seperti Aqila, kemungkinan besar akan memiliki isu dengan Asma.

Akhir-akhir ini, reaksi alergi seperti eczema dan gatal2 pada Aqila mulai berkurang. Kulitnya sudah semakin baik kondisinya, mulus dan tidak kering. Now and then masih ada saja reaksi terhadap makanan, tapi tidak sehebat dulu, di mana kadang eczema bisa membuat kulitnya getas dan perih.

Sayangnya lagi, akhir-akhir ini pula, reaksi alergi Aqila mulai merambat ke saluran pernapasan. Wheezing, coughing, chest tightness kadang juga blocked nose (karena produksi phlegm berlebihan) sering mengganggu tidurnya malam hari. Bahkan setelah asyik bermain dengan sepupunya seharian, biasanya malam dia akan batuk dan gelisah tidurnya.

Ditambah dengan pengalaman beberapa kali ke UGD rumah sakit karena reaksi alergi yang gawat (sesak napas dan muntah serta hampir black out) yang bahasa medisnya anaphylaxis reation, akhirnya kami (dokter dan saya) memutuskan untuk memiliki EpiPen untuk jaga-jaga bila terjadi keadaan darurat.

Apa itu Anaphylaxis?
Literally artinya against or without protection.
Anaphylaxis biasa diasosiasikan denga multiple allergy reaction spt: hives dan wheezing atau wheezing dan vomiting (muntah), atau reaksi lain yg bisa memburuk menjadi situasi darurat (life-death situation) secara cepat.

Contoh gejala anaphylaxis:
- Bagian mulut: Gatal-gatal dan membengkaknya bibir, lidah, mulut, pharynx (pita suara).
- Bagian kulit: Bengkak dan gatal seluruh tubuh
- Bagian perut: mual, kram perut, muntah dan diare
- Bagian Tenggorokan : tightening of the throat, suara serak, batuk-batuk kering yang dalam
- Paru-paru: napas pendek dan tersengal, batuk berulang, wheezing
- Jantung: denyut nadi lemah, tekanan darah rendah, pingsan, pucat atau kebiruan

Apa yang harus dilakukan pada situasi anaphylaxis?
1. Inject EpiPen pada bagian paha si sakit 
2. Beri Antihistamine
3. Tilpon ambulance atau bawa ke UGD secepatnya

Apa itu EpiPen?
EpiPen adalah autoinjector berisi adrenaline. Jadi seperti jarum suntik yang diaktifkan dengan cara menusukkannya ke paha si sakit ketika reaksi alergi terjadi. Jarum Epipen didesain bisa menerobos pakaian.

Epipen disuntikkan dengan tujuan menghindari jatuhnya tekanan darah. Efek yg diberikan adalah: melebarkan kembali saluran pernapasan yg menyempit karena reaksi alergi, mempercepat dan memperkuat detak jantung, mengembalikan ukuran saluran darah. Intinya menghindari anaphylactic shock.

Penggunaan EpiPen sebenarnya mudah saja, tapi karena situasi di mana EpiPen dibutuhkan selalu merupakan situasi yang panik, dokter selalu menjelaskan kepada orang tua pasien (jika pasien masih kanak-kanak) untuk menghindari meletakkan ibu jari di ujung atas pen. Karena banyak terjadi, pada situasi darurat, orang tua si sakit terbalik memegang EpiPen, sehingga mereka malah menginjeksi diri sendiri! 

Having said all this, saya benar2 tidak berharap untuk harus menggunakan EpiPen yang ada. Tapi sekarang saya punya WAAP (Written Asthma Action PLan) dan FAAP (Food Allergy Action PLan) yang akan saya berikan dan jelaskan juga kepada guru2 di sekolah Aqila, ohya...dan juga pak supir bis sekolah Aqila.

There is no harm in being too careful dan cautious, then sorry.
 


5 komentar:

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Syok anafilaktik adalah reaksi alergi tipe pertama,cepat sekaligus mematikan..Semoga aku dan pasien2ku gak mengalami hal ini..Penanganan syok selain penggunaan epipen: longgarkan pakaian (supaya pernafasannya lancar) dan angkat kedua kaki tinggi2 untuk mengalirkan darah dari kaki ke jantung.
Nyuntik epipennya harus di paha ya mbak?Setahuku sih adrenalin disuntikkan ke deltoid (otot lengan atas).

si Dyah mengatakan...

Wah trima kasih tambahan infonya.
TApi moga2 tidak perlu mempraktekkan ya!

Kalau diajarkannya sih EpiPen disuntik di paha. Jadi saya tahunya ya itu.

Suntik di paha, dengar bunyi klik (tandanya jarum masuk ke badan), tahan dan hitung 10 hitungan.

Vina Revi mengatakan...

Bener-bener great Mom, deh!
Salut banget, Dy.

si Dyah mengatakan...

Vin,

Kurasa semua ibu bakal begini yah, kalau anaknya memiliki kondisi seperti Aqila.

Maaf niii...blom sempet berkunjung lagii

Unknown mengatakan...

Salam kenal Mb.Diyah,

Semoga kekebalan tubuh ade Aqila akan membaik ke depannya.
Anakku yg ke dua juga mempunyai acute multiple allergy reaction sejak umur 8minggu,dan Alhamdullilah saat ini usia nya 7thn..sehat dan msh anaphylaxis.
.Byk suka duka dan harus sabar dan hati hati sekali dlm menyajikan mkn atau pun memilih tempat makan di luar rumah untuk nya.
Kadang mungkin anakku ingin sekali merasakan bagaimana rasa nya telur,susu hewan,tepung terigu ,keju,kacang tanah,Almon,and any other tree nuts,sampai dia blng aq ingin jadi ilmuwan yg bisa menciptakan penemuan yg dapat membuat anak2 allergy seperti dirinya dpt menikmati makanan tanpa merasa terancam hidupnya.
Sy Yakin disetiap ujian ada Berkah di dlm nya.
Salam .