Minggu, 10 Mei 2009

Masih Alergi dan Asma?

(Aqila bergaya jadi sutradara...gakda hubungan dg judul posting yaa) 


Sudah lama tidak posting tentang perkembangan alergi dan gejala asma Aqila.
Jadi...biar sekarang mata sudah sepet, tapi saya sempatkan update dulu yaaa.

Enam bulan yang lalu (sekitar September 2008) Aqila mulai menggunakan puffer / inhaler seperti yg dipakai oleh penderita asma. Sebabnya karena Aqila sering batuk, pilek dan wheezing...ituloh napas yang bunyi ngik ngek ngok.... Berhubung usia Aqila masih muda (belum juga genap 4 tahun) tes asma belum bisa dilakukan. Sementara untuk memperbaiki kondisi saluran pernapasan Aqila yang basah, becek dan sensitif cepat teriritasi, digunakanlah inhaler ini. Inhaler...isinya steroid ya. Ngomong2...ada pro dan kontra dlm penggunaan steroid pada anak, terutama untuk jangka panjang yaa. Saya juga masih antara ya dan tidak tuuuh. Emang lebih baik sih, gak perlu diberi...karena anaknya memang tidak perlu diberi :D

Dan karena Aqila juga bolak balik musti ke UGD karena sering ada serangan reaksi alergi akut (sampai sesak napas gituu), kita juga memutuskan menyimpan Epipen di rumah dan di sekolah.

Pada tes skin prick terakhir (yg kedua itu ya September 2008) Aqila ternyata menunjukkan terbukti alergi terhadap dustmites. Aaaaahhhhh......:( kecurigaan saya terbuktilah sudah! hiks...

Apa itu dustmites? Kutu yg hidup dari debu dan human dead skin cell. 

Bagaimana reaksi alergi thdp dustmites? Runny nose, itchy eyes and coughing...yg kalau tidak segera ditindaklanjuti bisa berakhir wheezing, karena saluran pernapasan sudah teriritasi .... hadoooh!

Major lifestyle change musti dilakukan!

1. Bersih2 dan vacuuming dan steaming harus saya lakukan at least seminggu sekali di kamar Aqila. Kita invest vacuum cleaner yg menggunakan teknologi canggih tanpa kantong debu (karena ini juga bisa bocor dan menebar dustmites) melainkan air untuk menjebak dust. Vacuum ini jg bisa mengeluarkan steam panas yg katanya bisa membunuh dustmites. Terbukti sih....Aqila bobo puleeees sekali kalau tempat tidurnya baru divacuum. Berapa harga alat ini? That't why saya bilang invest...soalnya mahaaaaal banget (buat kita)  
2. Ganti seprai dan memasang sheet/ mattress dan pillows dan duvet protector juga tidak ketinggalan. 
3. Mainan semua kudu mesti di simpan dalam box dan ditutup rapat. Gak ada itu mainan dari bulu2 spt boneka dll....they trap dust. 
4. Gak ada juga karpet, rug dan semacamnya di rumah....polos aja deh. 
5. Untungnya di rumah gak ada sofa2 cantik dari bahan....repot ini. Inipun sumber dustmites. Must get rid off them!
6. Musti rajin lap2 dan bersih2 rumah...gak boleh ada debu menumpuk.
7. Kalau ada kipas angin/ AC, musti juga sering dan rajin dibersihkan. Karena grillenya trap dustmites juga. Proven... by Aqila. Kalau kipas angin di kamarnya sudah kotor...batuk dan runny nose lah dia!
8. We dont allow Aqila to sleep di kamar ibu bapaknya ato kamar lain yg belum dustmites free. Lha...kalo saya musti vacuum semua kamar di rumah ....bisa mati kecapean saya ! Hadoooh...

Selain itu ...saya juga tahu sekarang...bahwa Aqila memang punya saluran pernapasan yg sensitif. Kalau udara dingin dan basah...dia cenderung terpengaruh, jadi batuk dan pilek. Kalau minum air dingin apalagi es....saluran pernapasannya juga teriritasi. So...no ice cream and yoghurt and ice lemon tea for now ya dear.

Intinya pada Aqila:
kalau batuk dan pilek biasanya disebabkan udara, debu.
kalau gatal2 , eksim...biasanya disebabkan makanan

Enam bulan berlalu, selama enam bulan itu kita kontrol ke dokter Anthony, dokter spesialis anak yang baiiiik sekali, untuk mengecek perkembangan kesehatan Aqila. Alhamdulillah....awal bulan ini kita sudah diminta mulai mengurangi jatah penggunaan inhaler, dari dua kali sehari menjadi satu kali sehari saja...malam hari saja. So far so good....Aqila tidak pilek ato batuk dikarenakan pengurangan jatah puffernya. Kalau keadaan dia tetap baik seperti ini, another week with the inhaler and then ....we can stop giving it completely. 

MOga2 ya....doakan semua lancar....

2 komentar:

Andri Journal mengatakan...

Eit jangan salah,batuk dan pilek bisa dicetuskan oleh makanan lho mbak.Contoh makanannya adalah es,permen,cokelat,makanan instan gurih dg bahan pengawet,bervetsin,gorengan,dan kacang tanah.

Oia,menurut pakar asma dari FKUI,sebanyak 80 persen asma pada anak akan berhenti begitu memasuki masa pubertas lho,asalkan ditangani dg tepat sejak dini. :)

si Dyah mengatakan...

Om dokter andri,

Lha iya memag benar, makanan jg bisa mencetus reaksi alergi spt batuk, pilek. Makanya aqila stop makan es krim. Makanan dia hampir semuanya homemade, krn aqila jg sensitif dg pengawet, prwarna buatan pd makanan jadi. Reaksi ada yg parah ada yg mild... Ada jg yg sampai jumlah tertentu...(istilah sy adlh kuota) tdk mebyebabkan reaksi. Contoh roti, kalau krbanyakan makan roti, aqila gatal2 krn gak tahan dg yeast/ ragi nya. Jadi makan roti tdk setiap hari tp mungki seminggu 2x saja, berdasarkan percobaan niiih.

Kasus n contoh di atas adlh komdisi aqila skrg, tidak bisa digeneralisasi memang. Jadi tiap orang pasti lain. Waktu aqila masih lbh kecil dia byk reaksi kombinasi ant runny nose, batuk krn makanan. Tp sekrg itu lebih byk diaebabkan lingkungan.

Tapiii... Saya jg liat keadaan dan sejarah tiap kasusnya, tiap relapse nya sebelum sy ambil kesimpulan di atas.

Gitu om dokter.
Iya saya jg sangat berharap semoga nanti aqila bisa outgrow alergi nya. Biar bisa makan ceplok n kacang goreng... Perhaps? Hehe
Eh... Katanya sih alergi thdp kacang rada susah hilangnya, tp berharap kan boleh ya.