Kamis, 24 Juli 2008

Update Sakit

Sudah sejak Sabtu minggu lalu (20 Juli 2008) Aqila sakit panas, batuk dan pilek.
Ini kronologi sakitnya Aqila:

H1, Sabtu 20Juli
Aqila bangun pagi dg demam tinggi. Dikasi penurun panas, paracetamol turun cuma dikit saja, sekitar 39.5C panasnya. Sore2 sehabis mandi, dia menggigil dan tangan serta kaki dan bibir sempat membiru. Panik, cepat2 Aqila dibawa ke rumkit.

Dirumkit cuma diberi obat demam lagi, dan diobserbvasi. Berhubung panas baru hari 1, jadi tidak diberi obat macam2, tidak juga diinvestigasi dg tes2 yg lain.

H2-H3, Minggu -Senin 22 Juli
Panas seputar 38.5-39C. Aqila masih riang dan bermain seperti biasa.

H4, Selasa pagi 22 Juli
Kita pergi ke dokter anak Aqila. Dicek...ternyata dia ada gejala bronkiolitis (lagi!!!) dan wheezing, jadi dinebulize di klinik. Diberi obat macam2, termasuk antibiotik (Klacid), Ventolin untuk paru dan mucosolvan untuk phlegm nya yg memang banyak. 

Sampai rumah, gak lama setelah minum obat2an, Aqila muntah buanyaaak sekali, isinya semua phlegm! Haiyooo... paru2 sekecil milikmu isinya kok byk amet sih nak? After this episod, Aqila bobo kecapean. 

Dua malam pertama, Aqila ada reaksi terhadap obat dan bakterinya. Ada urticaria di tangan, kaki dan paha dan sedikit di muka! Waaaa....bundanya panik lagi! Soalnya waktu reaksi mulai, si bunda lagi diluar rumah, masih dalam perjalanan balik ke rumah lah. Eyangnya Aqila yg tilpon dari rumah.

Cepat2 kasi antihistamine, tak lupa foto juga reaksinya untuk ditunjukkan ke dokter. Gak lama (less than 30 minutes) the reaction subsided. Thank God.

H6, Kamis 24 Juli 
ke dokter lagi, laporan. Sememntara tak lupa bilang kalau panas masih cukup tinggi juga 38.5C. Surprisingly, dokter bilang antibiotik mesti tetap diminum (surprise karena saya pikir reaksi semalam itu karena antibiotik) ditambah saja antihistamine supaya side effect berkurang. Kata dia ini reaksi bisa juga dari bakterinya (dia bilang sptnya jenis mycoplasma). Apapun...tulung yg penting anakku sehat saja.

Cari2 di internet info ttg bakteri ini, yang ada makin puyeng. Tapi kalau tidak salah, salah satu jenis bakteri ini (soalyna strain-nya banyak, mana hapal) bisa bikin reaksi fatal u penderita HIV. Heh...tapi Aqila kan engga lah yaw..hehe. Sekedar info, soalnya banyak artikel menyebutkan hal ini.

Back to Aqila, di klinik dia :
Dinebulize lagi...dan....eng ing eng....ibunya Aqila dibekali satu set peralatan nebulization utk diteruskan di rumah. Jadilah, pagi, sore, malem dan subuh (tiap 6 jam) Aqila musti terapi ini. 
Obat yg dinebul berupa 'cocktail' antara ventolin, atrovent dan pulmocort. Aqila is a smart boy, dia tahu dia mau gak mau mesti melakukan terapi ini. Cuma ibundanya yg gak tegaan, kesian sekali kamu naak. 

Diajari juga teknik tepukan di punggung (bagian kiri kanan tempat paru2) sambil meminta anaknya batuk dg sengaja, untuk membantu 'loosen up' the phlegm. Ooo....jadi begitu.

Jumat-Sabtu 25-26 Juli
Demam sudah hilang, alhamdulillah. HAri Sabtu sudah bisa naik sepeda ke taman, sudah gak tahan dia, merengek2 terus. Pastinya sudah bosaaaaannnn dg suasana di rumah. Kebetulan juga hari ini cerah, walau angin masih cukup kencang. Sebentar aja ya nak.

Terapi nebulization masih terus dilakukan sampat nanti hari Selasa 29Juli. Kita musti ketemu pak dokter lagi untuk cek kondisi Aqila lagi. 

Moga2...nanti paru2nya sudah bersih. Doakan yaaaa.

***
(I decided not to upload the picture of Aqila holding the nebulizer. Gak tega...hiks)




4 komentar:

Andri Kusuma Harmaya mengatakan...

Klacid itu nama obat paten ya mbak?Kandungannya apa ya..Bakterinya mungkin jenis Mycoplasma pneumoniae..Syukurlah kalo dah membaik..
Pesen ke Aqila: hindari minum es ama gorengan dulu ya aqila.. ;)

si Dyah mengatakan...

Ndri,

Klacid nama merek untuk Chlarithromycin.

Ya..bakterinya sptnya dari jenis itu.

Aqila sudah divaksin untuk penangkal pneumococal desease (dari pneumonia, otitis media, meningitis..semua), moga2 bisa bermanfaat sebagaimana mestinya.

Makasih ya pak Dokter :)

Mamana Celia mengatakan...

Dy, kalo di sini pas musim2 dingin gitu ada epidemi bronchiolite (mutasinya bronchitis) dan biasanya dikasih obat yg dihirup dg babyhaler.

si Dyah mengatakan...

yaa...sama ya lis,

di sini juga kalo lagi musim pancaroba - hujan-panas-angin kencang, ya banyak anak kena bronkiolitis.

Babyhaler - nebulizer...sama ya fungsinya?

Alhamdulillah, sekarang Aqila sudah lincah kembali. Tapi libur gak sekolah dua minggu bow!